Sabtu, 21 Januari 2017

Tugas 3 Softskill "Complain Letter"

SOFTSKILL
BAHASA INGGRIS BISNIS 1
“Complain Letter”



Dosen :
WIJANARKO

Disusun Oleh :
PUTRI ARTA SIANTURI
28214584
3EB30

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA

PTA 2016/2017

Complain Letter

            My name Putri Arta Sianturi, I write this letter to complain a Solaia restaurant located at Bekasi Barat. I complaint about the service, te product, and the sanitation on that place.
The Service
            On January 20th, I went to a restaurant located not far from my home. When I came on that place, I should wait about 15 minutes to get a seat.
            When I waited, I saw a waiter on that restaurant in a hurry and careless when deliver the order. And finally I get a place, then I receive the menu, and I ordered beef, chicken cordon bleu, and orange juice. Just 3 kind of menu that I orders, but I had to wait quite a long time for my order.
The Product (Food)
            Finally, my order is done and I ate my food. But, when I ate my beef, I feel half-baked beef. I don’t continue ate my beef and just ate my chicken cordon bleu .
Sanitation
            When I finished, I go to sink to wash my hand because the half-baked beef. Around the sink looked the floor was so slippy, and on the sink there is no soap.
            I hope this restaurant fix the problem that I complain before, about the service, the product, and the sanitation and increase the quality both of the service, product and sanitation.




Tugas 2 Softskill "Inquery Letter"

SOFTSKILL
BAHASA INGGRIS BISNIS 1
“Inquery Letter”




Dosen :
WIJANARKO

Disusun Oleh :
PUTRI ARTA SIANTURI
28214584
3EB30

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2016/2017


Inquery Letter

                                                                                                                        November, 23rd, 2016
From :
Putri Arta Sianturi
Jakarta

To :
Authentic Steel Auck
Bangladesh

Dear Sir,
RE:  Business Inquiry
I am writing to inquire the business offerings of Authentic Steel Auck which works on casting and importing steel and titanium, because I have received a information on your company recently through the mailers.
I read with interest a variety of products related to specific machines types and features at our factory, and I want to order steel pipes for oil and gas. with long pipe around 2,4 km for both oil and gas, and 3 meters in diameter.
I say thank and very happy if you could furnish me with more information about the material that used to make the pipe and the length of each pipe because your products is a nice one on casting and importing steel and titanium.
I also want to deal the shipping contract. Because I need the steel pipes on January 14th, 2017, until can you send the pipes in two weeks? Because of we know these day the weather are easy to change. And we hope our order don’t come late.
I look forward to hearing from you on my inquiry soon.
                                      

Yours sincerely,


Putri Arta Sianturi



Tugas 1 Softskill "Curriculum Vitae, Application Letter, Job Vacancy"

SOFTSKILL
BAHASA INGGRIS BISNIS 1
“Curriculum Vitae, Application Letter, Job Vacancy”




Dosen :
WIJANARKO

Disusun Oleh :
PUTRI ARTA SIANTURI
28214584
3EB30

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
PTA 2016/2017

CURRICULUM VITAE


Personal Information

Name                           : Putri Arta Sianturi
Address                       : Jl. Taman Kebalen Indah No.26
Phone Number            : 081287813132
Place & Date of Birth : Bandung, January 9th 1994
Gender                         : Female
Marital Status              : Single
Religion                       : Christian
Nationality                  : Indonesia
Email address              : putriartasianturi07@gmail.com

Education

[ 2014 – 2018 ] S1, Universitas Gunadarma (GPA = 3,41)

[ 2010 – 2013] SMA N.2 Doloksanggul Medan
                                  
[ 2007 – 2010 ] SMP Yayasan SRO Doloksanggul Medan

[ 2001 – 2007 ] SD Negeri Lengkong Bandung 

Skills

ü  Accounting
ü  Operating Ms.Office
ü  Operating software inc. Myob & Zahir


APPLICATION LETTER

Jakarta, 17 November 2016

Attention To :
Sukarmadi
Resources Manager
PT.Idofood CBP Sukses Makmur,Tbk
Jl. Cendrawasih No.45 Jakarta Pusat



Dear Sukarmadi

            I wish to apply for the position of Accounting Staff that was advertised on Tempo, November  1, 2016

            My name is Putri Arta Sianturi and single, an S1 degree from Gunadarma Universty majoring in accounting with 3.41 of  GPA.
                                             
            I have over one year experience as an Accounting with PT. BCA Finance and have experience of a wide variety of pattern techniques. My computer skills are very good, and I have an
excellent record as a reliable, productive employee.
            I am looking for new challenges and the posistion of Accounting Staff sounds the perfect
opportunity. Your organisation has an enviable record innovation in investor financial cosultant, and an excellent reputation as an employer, making the position even more attractive.
            I enclose my CV for your inspection and look forward to hearing from you soon. I am available for interview at your convenience

Sincerely yours,

Putri  Arta Sianturi
Phone : 0812 8781 3123
Jl.Taman Kebalen Indah No.26
Bekasi

JOB VACANCY






Minggu, 05 Juni 2016

CONTOH KASUS PASAR TIDAK SEHAT “PASAR MONOPOLI”



TUGAS ASPEK HUKUM DALAM EKONOMI# PASAR TIDAK SEHAT


Dosen:
Widiyarsih

Disusun Oleh :
PUTRI ARTA SIANTURI
(28214584)
    2EB30

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2015/ 2016

CONTOH KASUS PASAR TIDAK SEHAT “PASAR MONOPOLI”
Warga negara Indonesia menganggap bahwa listrik merupakan kebutuhan vital bagi kehidupannya sehari-hari. Setiap aktivitas yang dilakukan oleh manusia tidak dapat terlepas dari listrik. Bahkan di desa terpencil sekalipun saat ini sudah dapat menikmati fasilitas listrik. Namun kini, Indonesia sedang mengalami krisis listrik. Listrik menjadi sesuatu yang mahal dan langka disebabkan ketersediaannya yang sangat terbatas. Salah satu faktor yang menjadi pemicu kelangkaan listrik ini adalah pertumbuhan akan kebutuhan tenaga listrik yang semakin meningkat sementara tidak diimbangi oleh usaha penyediaan tenaga listrik yang memadai.
PT. Perusahaan Listrik Negara Persero (PT. PLN) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang memiliki kewajiban untuk menyediakan kebutuhan listrik di Indonesia. Namun faktanya, masih banyak kasus di mana mereka malah justru merugikan masyarakat. Di satu sisi kegiatan monopoli mereka dimaksudkan untuk kepentingan mayoritas masyarakat dan sebesar-besarnya kemakmuran rakyat sesuai UUD 1945 Pasal 33, namun di sisi lain, tindakan PT. PLN ini justru belum atau bahkan tidak menunjukkan kinerja yang baik dalam pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat.
Wacana mengenai krisis listrik ini sebenarnya telah muncul sejak awal tahun 2002 atau akhir tahun 2001. Pada waktu itu hingga sekarang muncul pemikiran untuk keterlibatan pihak swasta terhadap pengelolaan ketenagalistrikan di Indonesia yang selama ini dimonopoli oleh PLN. Keadaan krisis listrik yang parah ditunjukkan oleh fenomena listrik padam serentak se-Jawa Bali pada Rabu, 20 Februari 2008 karena terjadi defisit pasokan listrik hingga 1.044 MW. Saat itu, pemerintah bersiap untuk mengumumkan keadaan darurat jika defisit mencapai 1.500 MW. Krisis listrik di Indonesia bisa dikatakan sudah berada dalam tahap yang mengkhawatirkan. Di beberapa wilayah, tiada hari tanpa pemadaman berlgilir. Sistem Jawa-Bali yang paling maju dan terinterkoneksi juga masih sering mengalami masalah.
Krisis listrik memuncak saat PT. Perusahaan Listrik Negara (PT. PLN) memberlakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008. Hal ini diperparah oleh pengalihan jam operasional kerja industri ke hari Sabtu dan Minggu, sekali sebulan. Semua industri di Jawa-Bali wajib menaati, dan sanksi bakal dikenakan bagi industri yang membandel. Dengan alasan klasik, PLN berdalih pemadaman dilakukan akibat defisit daya listrik yang semakin parah karena adanya gangguan pasokan batubara pembangkit utama di sistem kelistrikan Jawa-Bali, yaitu di pembangkit Tanjung Jati, Paiton Unit 1 dan 2, serta Cilacap. Namun, di saat yang bersamaan terjadi juga permasalahan serupa untuk pembangkit berbahan bakar minyak (BBM) PLTGU Muara Tawar dan PLTGU Muara Karang.
Minimnya pasokan listrik sebagian besar dipicu stagnasi produksi PLN. PLN sebagai pemasok 90% kebutuhan listrik nasional sulit meningkatkan produksi karena minimnya keuangan perusahaan sehingga sulit diharapkan dapat melakukan ekspansi. Produksi PLN yang sudah ada juga tidak optimal dan mahal karena sebagian besar pembangkit sudah tua, boros bahan bakar, kekurangan pasokan energi primer, dan sering mengalami kerusakan. PLN juga dikenal tidak efisien, seperti susut daya listrik yang besar, mahalnya harga pembelian listrik swasta, tingginya kasus pencurian listrih hingga korupsi. Stagnasi ini juga dipicu oleh pembangunan listrik yang tidak bervisi ke depan akibat subsidi BBM regresif membuat sebagian besar pembangkit PLN adalah pembangkit termal yang kini kian mahal. Selain mahal, konversi energi bahan bakar fosil menjadi listrik juga sangat tidak efisien (hanya sekitar 30%) dan tidak ramah lingkungan.
Hingga kini, sebagian besar produksi listrik nasional masih mengandalkan bahan bakar fosil. Kodisi PLN yang demikian ini akan menjadi semakin terpuruk apabila tidak dibenahi, karena permintaan listrik akan terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk. Pertumbuhan konsumsi listrik diperkirakan 8-10% per tahun hingga 2013. Dengan demikian krisis yang disebabkan kesenjangan (gap) antara permintaan dan pawaran sudah terprediksi sejak lama. Jika tidak ada tambahan kapasitas yang berarti, krisis pada sistem Jawa-Bali dan sistem interkoneksi Sumatra hanya tinggal menunggu waktu.
Beberapa dekade ini, fungsi PT. PLN sebagai pembangkit, distribusi, dan transmisi listrik mulai dipecah. Swasta diizinkan berpartisipasi dalam upaya pembangkitan tenaga listrik. Sementara untuk distribusi dan transmisi tetap ditangani PT. PLN. Saat ini telah ada 27 Independent Power Producer di Indonesia. Mereka termasuk Siemens, General Electric, Enron, Mitsubishi, Californian Energy, Edison Mission Energy, Mitsui & Co, Black & Veath Internasional, Duke Energy, Hoppwell Holding, dan masih banyak lagi. Tetapi dalam menentukan harga listrik yang harus dibayar masyarakat tetap ditentukan oleh PT. PLN sendiri. Artinya bahwa pihak swasta sangat dibutuhkan untuk ikut serta dalam usaha penyediaan tenaga listrik di samping PLN sebagai salah satu pelaksana kegiatan usaha penyediaan tenaha listrik di Indonesia. Hal ini dilakukan dalam koridor kepentingan masyarakat luas terutama dalam hal menetapkan tarif yang dapat dijangkau masyarakat sesuai dengan kemampuan ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat.

OPINI
Keberadaan PLN saat ini sangat mendominasi dan memonopoli ketenagalistrikan di Indonesia. Tetapi keberadaannya tersebut malah tidak mampu melayani masyarakat pengguna listrik tersebut sementara keterlibatan swasta dalam bisnis listrik secara langsung (menjadi kompetitor PLN) sulit dilakukan karena terdapat preseden putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No. 001-021-022/PUU-I/2003 yang menyatakan bahwa UU No. 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan tidak memiliki kekuatan mengikat. UU No. 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan memiliki perbedaan signifikan dengan UU No. 15 Tahun 1985 tentang Ketenagalistrikan yang lama.[4]
Dalam UU No.20 Tahun 2002 dijelaskan bahwa semua pelaku usaha diberikan kesempatan yang lebih luas untuk dapat masuk dalam usaha penyediaan tenaga listrik. Selain itu hal yang cukup berbeda ialah bahwa undang-undang ini telah mengatur hal-hal yang terkait dalam penerapan kompetisi di wilayah-wilayah tertentu. Sesungguhnya melalui UU No. 20 Tahun 2002 tersebut akan dimungkinkan keterlibatan swasta menjadi pelaku usaha yang menyediakan listrik di Indonesia. Telaah terhadap putusan MK tersebut menjadi menarik dikarenakan secara tidak langsung mendukung PLN dalam memonopoli ketenagalistrikan di Indonesia padahal secara prediktif pada tahun 2003 telah tergambar akan adanya krisis listrik disebabkan kemampuan PLN yang tidak cukup untuk menjamin pasokan listrik se Indonesia. Oleh karena itu, makalah ini akan mendeskripsikan persoalan monopoli yang dilakukan oleh PLN dalam perspektif hukum anti monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.